Pengucapan Lafal Sumpah/Janji 36 Apoteker Baru Angkatan X Prodi Pendidikan Profesi Apoteker FK Untan secara Kombinasi Daring - Luring
Pengucapan Lafal Sumpah/Janji 36 Apoteker Baru Angkatan X Prodi Pendidikan Profesi Apoteker FK Untan secara Kombinasi Daring Luring
-Hadi Kurniawan-
Program
Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Kedokteran Universitas Tanjunpura menggelar
pengambilan sumpah 36 Apoteker angkatan ke-10 disaksikan rohaniawan Selasa
(21/7/2020). Kegiatan ini dilakukan dengan cara kombinasi antara dalam jaringan
(daring) melalui konferensi video dan juga luar jaringan (luring) yang dihadiri
oleh perwakilan masing-masing agama peserta pengambilan sumpah serta lulusan
terbaik.
Pada acara pengambilan sumpah Apoteker dihadiri oleh Dewan Sumpah Rektor Untan, Dekan Fakultas Kedokteran Untan, Ketua Komite Farmasi Nasional (KFN) yang telah dimandatkan kepada Dekan, Ketua Prodi Pendidikan Profesi Apoteker FK Untan, Perwakilan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang diwakili oleh Pengurus Daerah IAI Kalbar.
36 Apoteker yang diambil sumpahnya ini telah melaksanakan dan lulus ujian UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia) yang diselenggarakan oleh panitia UKAI nasional, baik metode Computer Base Test (CBT) untuk mengukur aspek knowledge (pengetahuan) dan juga Uji Komprehensif Metode OSCE (Objective Structure Clinical Examination) untuk melihat skill atau keterampilan peserta sumpah dalam berpraktik kefarmasian. UKAI ini merupakan syarat wajib dalam pendidikan profesi apoteker untuk dapat dinyatakan lulus dan dapat berpraktik secara legal dan professional di seluruh Indonesia.
Rektor Untan, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H. M.Si. FCBArb. dalam sambutannya, berharap apoteker lulusan Fakultas Kedokteran Untan menjadi apoteker yang baik, profesional dan bertanggung jawab serta teguh dalam sumpah yang telah diucapkan. Ia juga berharap para apoteker berpraktik sesuai bingkai peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam kode etik.
“Para apoteker, terus menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, daerah asal dan tentunya almamater Universitas Tanjungpura,” katanya.
Sebelum dilaksanakan kegiatan pengambilan pengucapan lafal sumpah/janji apoteker ini, dalam masa pendidikan profesi, peserta sumpah apoteker telah melaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di 5 instansi, yaitu:
1. Rumah Sakit yang terdiri dari RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang, RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, dan RS Untan;
2. Industri terdiri dari PT. Darya Varia Plant Citeureup, PT. Ferron Pharmaceutical, PT. Futamed Pharmaceutical, PT. Pyridam Farma Tbk;
3. Instansi Pemerintah terdiri dari BBPOM Pontianak dan UPDT/UPK Puskesmas di Kota Pontianak;
4. Apotek terdiri dari Apotek Kimia Farma, Apotek Arwana, dan Apotek Mawar); serta
5. Sarana distributor yakni Pedagang Besar Farmasi (PBF) diantaranya PT. Agung Pharmindo dan PT. Buana.
Selanjutnya lulusan terbaik pada periode ini, apt. Syifa menyampaikan untaian kata terima kasih kepada kedua orang tua, keluarga besar, dosen dan sahabat-sahabat yang telah mendukung dan mendoakan hingga kini dapat berdiri di podium ini dengan menyandang lulusan terbaik. Syifa bercerita bahwa orang tuanya sangat menginginkan anaknya menjadi tenaga kesehatan baik, sehingga namanya tersemat menjadi Syifa yang artinya Penyembuh atau Obat.
“Awalnya
saya dan orang tua ragu apakah saya bisa masuk dibidang kesehatan mengingat masuk
kuliah disini bukan hal yang mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Namun berkat doa, kerja keras dan dukungan dari kedua orang tua akhirnya saya
bisa mewujudkan mimpi mereka menjadi seorang Apoteker”, tukasnya.
“Menyandang gelar ini pun tentu belum bisa mengganti semua kerja keras mereka untuk saya selama ini. Dengan setulus hati saya, saya ingin mempersembahkan gelar Apoteker ini kepada kedua orang tua saya yang tidak dapat hadir pada hari ini. Semoga dengan ini dapat sedikit membalas jasa kalian selama ini”, lanjutnya.
Syifa lanjut menceritakan: “Perjuangan 1 tahun untuk mendapatkan gelar ini bukanlah hal yang mudah untuk kami. Tiada 1 haripun kami lewatkan untuk belajar bersama. Terkadang kami menginap di suatu tempat hanya untuk belajar. Beberapa teman saya yang terlihat santai dan sering bermain games juga menjadi sangat rajin dan antusias dalam belajar, tak jarang mereka tanya jawab mengenai materi ujian walaupun sedang berada di warung kopi”.
“Walaupun hujan dan hingga tengah malam kami tetap pergi belajar bersama karna disini kami sangat tahu bahwa ujian UKAI, OSCE tidaklah mudah dan banyak sekali materi yang harus kami pelajari dan kuasai”, imbuhnya.
Syifa terus melanjutkan cerita inspiratifnya: “…Namun hadirin sekalian ketahuilah hal tersebut lah yang akan menjadi kenangan yang berharga bagi kami, bahwa kami pernah sama-sama berjuang untuk mendapatkan gelar ini mengingat setelah ini kami akan berpisah melaksanakan tugas sebagai Apoteker di daerah yang berbeda-beda. Terima kasih saya ucapkan terkhusus untuk kelompok belajar saya Kapang Kamir. Semoga kalian tidak melupakan kenangan kita selama ini”.
Dengan rasa haru biru, mengenang perjalanan proses pendidikan, Syifa terus menggugah: “Pada hari ini adalah hari sumpah profesi kepada kita semua yang telah berjuang keras dalam menempuh pendidikan di kampus ini. Kebahagiaan dan rasa haru Nampak dan terlihat jelas pada wajah-wajah kita. Hal yang penting dan perlu kita ingat adalah hari ini bukanlah hari akhir untuk berjuang. Setelah 1 tahun kita berjuang dan bergelut dengan kegiatan perkuliahan, PKPA, ujian UKAI, OSCE yang menyita waktu, tenaga, pikiran bahkan uang yang kita miliki, akhirnya kita dapat menyelesaikan itu semua dengan penyematan gelas Apoteker pada hari ini. Namun ketahuilah perjuangan kita belum usai, justru perjuangan kita baru saja dimulai”.
Terakhir Syifa berharap untuk seluruh Apoteker lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, untuk mengajak rekan sejawat apoteker yang baru disumpah untuk menjadi apoteker yang baik, profesional dan bertanggung jawab serta teguh atas sumpah/janji yang telah diucapkan sebagai wujud rasa syukur atas anugrah besar yang Allah SWT amanahkan. Selain itu, ia juga berharap para apoteker berpraktik sesuai bingkai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Kode Etik Apoteker Indonesia sehingga menjadi seorang professional yang beriman dan bertakwa serta berbudi luhur sehingga pada akhirnya menjadi kebanggaan Almamater dan memajukan Kalimantan Barat. Menghimbau para apoteker, untuk terus menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, daerah asal dan tentunya almamater Universitas Tanjungpura kapan dan dimanapun.
Syifa melanjutkan dengan disematkannya gelar Apoteker kepada kita hari ini merupakan awal bagi kita untuk menempuh sebuah kehidupan baru. Kehidupan nyata akan kita lalui untuk hidup yang selanjutnya.
Diakhir acara 36 apoteker baru telah diserahkan secara simbolik oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Tanjungpura, Ibu Dr. apt. Hj. Sri Wahdaningsih, M.Sc. kepada Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Kalimantan Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Ibu apt. Indah Puspasari. S.Si., MPH.
Kami civitas akademika khususnya selaku dosen mengucapkan selamat kepada apoteker lulusan PSPPA FK Untan. Kegiatan prosesi sumpah apoteker secara kombinasi Offline dan Online merupakan kegiatan perdana di masa pandemic Covid-19 ini, dimana biasanya pengambilan sumpah seluruh calon apoteker dilaksanakan secara tatap muka namun kali ini dilaksanakan dengan metode kombinasi namun tetap mengikuti anjuran protokol kesehatan.
Tetap Semangat dan Selamat atas prestasi rekan sejawat hingga tahap ini melewati perjuangan pendidikan yang panjang...
Dibalik perjuangan keras kita semua mengalir doa orang tua dan guru-guru serta yang pasti semuanya bisa terjadi atas kehendak dan ketetapan Allah...
Qadarullah...
Karna manusia hanya mampu membuat rencana
Namun untuk Hasil Allah jualah yang menentukan...
Semua persiapan pelaksanaan sumpah semula direncanakan secara tatap muka, namun
Sesaat sebelum pelaksanaan sumpah wabah menerpa di negeri ini membuat kita semua melakukan alternatif pelaksanaan pengambilan sumpah secara kombinasi.
Menerima takdir dan bertawakkal kepada Allah setelah ikhtiar sekeras-kerasnya adalah bukti kebesaran jiwa seorang hamba yang yakin akan ketetapan takdir dan kekuasaannya...
Dibalik proses penyelenggaraan sumpah ini penyelenggara kegiatan sudah memperjuangkan maksimal dan semuanya sudah dikoordinasikan dengan semua elemen baik fakultas, universitas hingga institusi terkait.
Dan itulah hasilnya sebagaimana yang kita sudah laksanakan metodenya kombinasi tatap muka dan tatap layar.
Ade yang online, Ade yang onsite.
Yang pasti tiada jarak yang memisahkan persaudaraan kita
Sesama rekan sejawat…
Tanpa mengurangi ke-syakralan dan kehidmatan prosesi sumpah,
Metode sumpah tesebut yang pasti legal dan sah...
Jangan berkecil hati calon sejawat.
Kalian sungguh luar biasa...
Qadarullah
Mari kita syukuri setiap episode kehidupan kita...
In sya Allah semua ini akan jadi sejarah dalam lembaran kisah kita semua sekaligus saksi bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Dan kita hanya menjalankan ikhtiar bumi dengan usaha, ikhtiar langit kita dengan berdoa dan mari kita bertawakkal atas semua jawaban, ketentuannya dan ketetapanNya...
Yakinlah...
setiap orang setiap setiap makhluk,
Punya takdirnya masing-masing…
Setiap wilayah punya zona waktunya tersendiri..
Dan inilah zona waktu milik kita bersama
Qadarullah
Sekali lagi, Selamat rekan sejawat apoteker
Sumpah profesi ini memang di ucapkan dihadapan dewan sumpah dan rohaniawan.
Namun, sumpah/janji yang diucapkan ini sesungguhnya diucapkan kehadapan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa.
Semoga gelar profesi yang baru disandang nantinya menjadi bermanfaat untuk sesama dan berkah sebagai bekal mencari nafkah.
Liputan pengambilan sumpah Apoteker dapat disimak pada link youtube berikut:
Oleh: apt. Hadi Kurniawan, M.Sc.*
*) yang banyak belajar dari kesabaran, ketekunan, keteguhan dan perjuangan calon rekan sejawat yang luar biasa.
![]() |
Pembantu Umum (CAM 3 HK) 😎 |
No comments for "Pengucapan Lafal Sumpah/Janji 36 Apoteker Baru Angkatan X Prodi Pendidikan Profesi Apoteker FK Untan secara Kombinasi Daring - Luring"
Post a Comment