ISRA' MI’RAJ
ISRA' MI’RAJ 1425
H (17 September 2004)
Hadi Kurniawan
Isra’
Mi’raj adalah peristiwa yang spektakuler (aneh, ajaib, langka dan luar biasa)
dan tidak rasional, tidal logis atau tidak masuk akal bila difikirkan pada
zaman dahulu dimana teknologi tidak secanggih zaman sekarang ini. Namun pada masa
sekarang karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) peristiwa yang
aneh pada masa dulu dapat diungkap kebenarannya sekarang. Kita sebagai seorang
muslim harus percaya/mengimani peristiwa Isra’ Mi’raj yang dialami baginda
rasul nabi besar Muhammad Rasulullah SAW.
Isra’
Mi’raj yakni Allah SWT MEMPERJALANKAN hamba-Nya (Muhammad diperjalankan oleh
Allah SWT) dari masjidil Haram (Mekah) ke masjidil Aqsha (Palestina) dan
dilanjutkan naik ke langit ke-7 hingga sidhratul muntaha hanya dalam tempo/waktu
relative singkat yakni 1 malam. Sedangkankan teknologi pada masa itu hanya
onta, perjalanan dari Mekah ke Madinah dengan onta memerlukan waktu sekitar 1
bulan. Subhanallah. So, bagaimana Isra Mi’raj bisa dalam waktu 1 malam saja ???
Hmm, pertanyaan besar!!!
Banyak
sahabat dan umat Islam yang tidak percaya dengan peristiwa Isra Mi’raj pada
masa itu, bahkan mereka menjadi murtad dan mengatakan bahwa Rasul itu gila dan
mengada-ada. Salah seorang sahabat yang langsung percaya/yakin dengan peristiwa
tersebut adalah Abu Bakar sehingga beliau diberi gelar oleh rasullullah “As
Shiddiq” artinya membenarkan.
Latar
belakang terjadinya Isra’ Mi’raj dibagi menjadi beberapa teori, yaitu:
a. Nabi
mengalami tahun duka cita (Amul Huzni), yaitu kehilangan orang yang sangat dicintai dan dikasihinya.
Pertama adalah pamannya Abu Thalib yang meninggal tidak dalam keadaan muslim
dan kemudian istrinya Siti Khadijah yang sering menasihati , member semangat
dalam perjuangan beliau. Oleh karena rasulullah ditimpa musibah yang bertubi-tubi
Allah “menghibur” beliau dengan peristiwa Isra Mi’raj.
b. Kesenjangan
antara langit dan bumi.
c. Dalam
perjalanan ini rasul shalat di 5 tempat:
1).
Madinah
2)
Pohon nabi musa di Matian yakni tempat nabi Musa bertemu dengan istrinya
3) Bukit Tursina tempat nabi Musa menerima wahyu
4) Bek lehem (Baitul Lahmi) tempat nabi Isa a.s
dilahirkan
5) Masjidil Aqsha.
Perjalanan
tersebut nabi melihat gambaran fenomena dan menghadapi jin Ifrit yang selalu
menggoda.
1. Melihat
orang yang menanam tanaman langsung berbuah tanpa henti-hentinya. Artinya orang
yang berjihad di jalan Allah (jihadifisabilillah, seperti menuntut ilmu, perang
membela agama Allah, dll)
2. Melihat
orang menanam padi yang dipetik terus berbuah. Artinya orang yang suka
bersedekah/mendermakan hartanya, 1 butir biji padi menjadi 7 cabang dimana
setiap cabangnya terdapat 100 biji. Sehingga 1 butir Allah lipat gandakan
menjadi 700 kali.
3. Mencium
bau harum yaitu dikuburan Siti Masithoh (tukang sisir anak raja Fir’aun)
seharum Al Miski atau wangi-wangian minyak Masturi.
4. Melihat
orang memukul kepalanya sendiri hingga pecah dan pulih kemudian dipukul kembali
dan terus menerus seperti itu secara berulang-ulang sehingga sakitnya terus
menerus dirasakan. Artinya orang yang malas mengerjakan/mendirikan sholat.
Sebagian
ulama mengatakan bahwa “Orang yang tidak
sholat adalah kafir”. Sementara menurut Imam Syafi’I berkata “Orang yang tidak shalat ada 2 kemungkinan:
pertama tahu bahwa shalat itu adalah wajib, maka orang tersebut belum kategori
kafir; kedua tidak tahu sholat dan dalam hati meyakini bahwa solat itu bukanlah
kewajiban, maka orang tersebut kafir/fasik dan harus bertaubat).
5.
Jenazah yang hendak dimasukkan ke
liang kubur selalu disambar ular.
6.
Jenazah dililit ular ketika mayit
disholatkan.
7.
Melihat orang yang hanya memakai
kain sehelai hanya menutup bagian belakang dan kemaluannya. Artinya orang yang
tidak mau membayar zakat.
8.
Melihat orang yang disediakan 2
macam daging yang satu bagus dan yang lain busuk, namun dipilih daging yang
busuk untuk dimakan. Artinya orang yang suka selingkuh/berzina.
9.
Melihat sebatang kayu melintang di
jalan siapa yang melanggar/melewatinya akan hancur. Artinya orang yang suka
nongkrong di jalan dan mengganggu orang yang melewati jalan.
10. Melihat
orang yang berenang di kolam darah, ingin menepi namun dilempari batu. Artinya
orang yang makan riba (menggandakan/membungakan uang).
11. Melihat
orang yang memikul kayu, sudah tidak kuat memikul namun beban terus ditambah.
Artinya orang yang tidak pandai menunaikan amanah, sudah menerima 1 amanah belum
tuntas terus menerima amanah yang lain sehingga semua amanahnya terabaikan.
12. Melihat
orang berkuku tembaga kemudian mencakar muka dan dadanya sendiri. Artinya orang
yang suka mengumpat/menjatuhkan harga diri orang/membuka aib/ghibah.
Kita
boleh membuka aib orang lain dengan 6 syarat:
a. Orang
yang sudah terang-terangan berbuat maksiat di depan umum.
b. Untuk
memberikan pelajaran kepada orang lain agar tidak meniru.
c. Untuk
kepentingan penyelidikan (polisi).
d. Untuk
mengetahui cirri-ciri seseorang.
e. Aib
orang supaya tidak menyebar kepada orang lain/tidak diketahui orang.
13. Melihat
seekor sapi keluar dari sebuah lubang tetapi ingin masuk kembali tidak bisa.
Artinya suka berbicara yang muluk-muluk lalu menyesal karena tidak mampu/tidak
bisa menepatinya.
14. Mendengar
suara dari kanan dan kiri tapi Nabi Muhammad tidak mau menoleh. Artinya suara
orang mengajak kepada agama Yahudi/Israel dan Nasrani.
15. Melihat
seorang perempuan yang cantik kemudian perempuan tadi menyingsingkan lengannya
dan nabi tidak menoleh. Artinya Gambaran kemewahan dunia.
16. Mendengar
seorang kakek-kakek memanggil yaitu Moyangnya setan yaitu Iblis laknatullah.
17. Melihat
nenek-nenek memanggil. Artinya gambaran betapa singkatnya umur dunia ini hanya
ibarat sisa umur nenek tersebut. Dunia hanya sementara, hanya sebagai tempat
persinggahan.
18. Nabi
dihidangkan bermacam minuman ada arak, air putih, madu, dan susu. Nabi memilih
susu (susu melambangkan kesucian/fithrah).
19. Para
nabi mengakui beliau sebagai pemimpin yang utama.
Pada saat Isra Mi’raj
nabi melihat dan bertemu pada nabi di masing-masing tingkatan langit:
Langit I : Adam a.s.
Langit II : Isa a.s. dan Yahya a.s.
Langit III :
Yusuf a.s.
Langit
IV : Idris a.s; (Nabi Idris
adalah orang yang pertama kali menemukan pen dan menjahit. Setiap tusukan
jahitannya ia selalu mengucapkan tasbih)
Langit
V : Harun a.s.
Langit
VI : Musa a.s.
Langit
VII : Ibrahim a.s. (Ibrahim adalah
orang pertama yang bisa membuat pakaian besi).
Setelah
di langit ke-7 nabi dibawa lagi naik ke baitul makmur yang setiap hari dimasuki
oleh 70.000 malaikat dan menetap. Nabi naik lagi ke sidratul muntaha yang ada
pohon besar tiap daunnya dijaga oleh malaikat dan dipenuhi kupu-kupu emas serta
ada sungai yang melambangkan sungai suci tigris dan eufrat serta 1 sungai
surga. Daun dari pohon tadi bisa menutupi manusia. Nabi terus naik lagi 1
tingkat, dimana Jibril hanya sampai disini dan tidak mampu melangkah walau
selangkah. Karena tempat itu hanya bisa dimasuki manusia suci yang sempurna.
Tempat ini adalah Al Mustawa kemudian nabi shalat disini. Lalu nabi meninjau di
taman-taman dan melihat surge dan neraka.
Disinilah
nabi menerima perintah shalat yang semula 50 waktu, dengan saran nabi Musa,
Nabi Muhammad meminta keringanan kepada Allah hingga menjadi 5 waktu sehari
semalam. Disini nabi menerima wahyu yang
sangat istimewa karena rasul datang sendiri dihadapan Allah tanpa perantara
malaikat jibril. Wahyu tersebut adalah SHOLAT.
17
September 2004 (Semester I SMANSA)
No comments for "ISRA' MI’RAJ"
Post a Comment